Feeds:
Pos
Komentar

Pertama-tama buka file excelnya, kemudian tekan ALT+F11, insert module. Selanjutnya mari kita memulai ngoding… buat sebuah fungsi dengan nama bebas, misalnya:

Sub Latihan1 ()

xxx line code-1 xxx

xxx line code-n xxx

End sub

2

 

 

 

 

 

 

 

Sub WorksheetLoop()
‘deklarasi variabel dengan tipe integer utk menampung nilai jumlah sheet
Dim WS_Count As Integer

‘deklarasi variabel untuk menampung nama file excel
Dim myWB As Workbook

‘setting file excel utama
Set myWB = ActiveWorkbook

MsgBox “Nama File – Ext: ” & myWB.Name
MsgBox “Nama File: ” & Split(myWB.Name, “.xlsx”)(0)
MsgBox “Lokasi File: ” & myWB.Path

‘set fungsi untuk mendapatkan jumlah sheet ke dalam variabel WS_Count
WS_Count = Workbooks(myWB.Name).Worksheets.Count

MsgBox “Jumlah Sheet: ” & WS_Count
End Sub

3

 

 

 

 

 

 

 

setelah di-execute (F5), maka akan muncul message-box yg menampilkan nama file, direktori dan jumlah sheetnya😀

4 5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selamat mencoba… \m/

Tutorial Excel Macro

Hai.. Haii… HAII

udah lama gak ngupdate wordpress, akhirnya kesampean jg dehh utk ngupdate lg😀

Hmmm… sebenarnya bingung mo nulis apa di wordpress😛

Ehhh, kepikiran dehh nulis tentang Macro(s), hasil oprek2x kerjaan

So let’s begin… apa itu Macro??? Macro itu sebuah fitur Excel yg berfungsi untuk mengoptimalkan (*bahasa kerennya: otomasi) file Excel kita, contohnya: jika kita menggabungkan data dari berbagai file excel yg ada… let’s say, ada puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan data.

Langkah pertama, buka file excel, terus tekan tombol ALT + F11, maka akan muncul editor “Microsoft Visual Basic for Applications”, klik kanan di VBAProject (Book1), klik kanan, pilih Insert Module, maka akan muncul layar putih as editor untuk menuliskan sintaksnya😀

 

McCall’s Model Of Software Quality Factor:

McCall's Model ‎

1) Product Operation:

  1. Correctness: related to the system’s output (accuracy, printout, notification, completeness, availability of information, up to dateness, standards for codings and documentations).
  2. Reliability: deal with failures to provide service, software system failure rate.
  3. Efficiency: deal with hardware resources.
  4. Integrity: deal with security (authorization).
  5. Usability: deal with staff resources needed to train a new user to the system.

2) Product Revision:

  1. Maintainability: to identify reasons for software failures, to correct them and to verify the correctness.
  2. Flexibility: to support adaptive maintenance activities.
  3. Testability: related with the ease of testing.

3) Product Transition:

  1. Portability: adaptation a software system to other environments consisting of different hardware, different operating systems.
  2. Reusability: deal with use of software modules originally designed for one project to a new software project currently being developed.
  3. Interopability: focus on creating interfaces with the other software systems or with the other equipment firmware.

Software is computer programs, procedures and possibly associated documentation and data pertaining to the operation of a computer system.

Software:

  1. Complexity is very high.
  2. Product is invisible.
  3. Opportunities to detect defects: limited in one phase (development)

Other Industrial Products:

  1. Lower complexity.
  2. Product is visible.
  3. Opportunities to detect defects: in all phases (planning, production, development,  manucfacturing)

Sofware Errors: Grammatical or logical error in the program.

Software Faults: Software error that cause improper functioning of software.

Software Failure: Software fault that becomes activated.

Belajar OOP dengan PHP

istilah OOP mungkin masih terdengar ‘awam’ dikalangan para programmer pemula spt saya ini😀

OOP singkatan dari Object Oriented Programming , merupakan teknik pemrograman yg menggunakan Objek.. utk lbh mendalami konsep OOP, better u ask Mr. GOOGLE😉

1) Create @Class

dlm konsep OOP, langkah awal utk melakukan pemrograman dilakukan dengan membuat sebuah kelas, spt contoh dibwh ini:

<?php

class formRuben{

}

?>

berdasarkan sintaks diatas, kita telah membuat sebuah kelas dengan nama kelas formRuben😀

*WaRNiNG: perhatikan penulisan tanda kurung kurawal sesudah penulisan nama sebuah kelas, harus dibuka dan ditutup kembali😉

didalam sebuah kelas, mempunyai properties dan methods yg akan dituliskan didalam tanda kurung kurawal… nahhh, sblum kt memulai menuliskan property dan method didlm kelas. Ada baiknya, kt mengerti terlebih dahulu pengertian property dan method

Property: suatu wadah penyimpanan didlm kelas yg bisa menampung informasi, biasa disebut variabel.

Method: Fungsi yg ada didlm kelas.

 

So far, sampai sejauh ini ada yg ditanyakan?!?!?!

 

-To Be To Continued-

 

Tes Email Skrip di Localhost

Setelah sekian lama, berimajinasi bagaimana cara mengirim email di localhost dengan PHP… Fiuuhhh, akhirnya berhasil juga diimplementasikan😀

Let’s try it:

*download Argosoft Mail Server (salah satu aplikasi yg dpt menjalankan email di komputer lokal) dan install

setelah selesai install, lakukan setting di Agrosoft Mail Servernya sbg berikut:

*Tools->Options, kik tab Local Domains, input “localhost” pada textbox

 

PHP-Oracle Connection

fiuhhh… stlh melakukan riset dengan Mr. Google, akhirnya berhasil melakukan koneksi PHP ke Oracle.

1) Setelah melakukan installasi PHP (Xampp etc) dan Oracle… Edit file php.ini dan php5.ini, yang terletak di folder installasi (C:\Program Files\xampp\php). Edit ke-2 file tsb dng menghilangkan tanda ; pada sintaks ;extension=php_oci8.dll menjadi extension=php_oci8.dll.

2) restart apache, mysql dan filezilla dengan cara menekan tombol stop pada XAMPP Control Panel Application dan kemudian mengaktifkan kembali ke-3 service tsb dengan menekan tombol start

3) Buat sebuah table database di oracle, pada contoh ini membuat table user_login dengan deskripsi:

4) buat file baru dan simpan nama file tsb dengan koneksi.php, sintaks:

<?php

$user = “—–“; //nama user di database
$pass = “********”; //password
$db = “(DESCRIPTION=(ADDRESS_LIST = (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = LOCALHOST)(PORT = 1521)))(CONNECT_DATA=(SID=orcl)))”; //settingan database dengan SID: orcl

$kon = OCILogon($user, $pass, $db);

if($kon){
echo “Koneksi ke Oracle berhasil”;
}else{
$err = OCIError();
echo “Koneksi Oracle Error”.$err[text];
}

$query = OCIParse($kon, “select * from user_login”);
OCIExecute($query);

echo “<table border=’1′>
<tr>
<th>User ID</th>
<th>User Name</th>
</tr>”;
while(($hsl_query = oci_fetch_array($query, OCI_NUM))){
echo “<tr><td>”.$hsl_query[0].”</td>”;
echo “<td>”.$hsl_query[1].”</td></tr>”;
}
echo “</table>”;

?>

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.